Kaimila WaterKAIMILA WATER · CHINA
Tekstil

Limbah batik di Bandung dan Pekalongan: kenapa warnanya susah hilang

Diperbarui · Kaimila Water · Tim teknis

Industri batik tersebar di ratusan usaha kecil, dan sebagian besar memakai IPAL komunal. Masalah yang paling sering muncul bukan COD, melainkan warna yang tetap pekat meski sudah diberi koagulan.

Tiga sumber warna yang berbeda perilakunya

Pertama, warna dari zat pewarna terlarut. Ini yang paling sulit: molekulnya lolos dari koagulasi karena tidak membentuk partikel. Kedua, warna dari partikel tersuspensi yang membawa pigmen; ini bisa diendapkan. Ketiga, warna dari lilin batik yang teremulsi, yang membuat air keruh kecokelatan dan menyumbat media filter.

Karena itu, satu dosis PAC tidak akan menyelesaikan ketiganya. Pemilihan koagulan, pH, dan proses lanjutan harus mengikuti jenis warna yang dominan.

Langkah yang lebih murah daripada menambah dosis

Pisahkan lilin lebih dulu. Bak penampung dengan pendinginan dan penyekatan membuat lilin mengapung dan bisa dipungut. Satu kilogram lilin yang dipungut berarti satu kilogram beban COD yang tidak perlu diolah, dan bisa dijual kembali.

Kedua, ekualisasi. Limbah batik datang bergelombang: satu bak pewarnaan bisa berisi 2.000–5.000 mg/L COD dalam sekali buang. Tanpa ekualisasi 8–12 jam, dosis koagulan harus mengikuti puncak, bukan rata-rata. Ini pemborosan yang paling mudah dihilangkan.

  1. Pungut lilin di bak penangkap sebelum masuk ekualisasi.
  2. Ekualisasi minimal 8 jam dengan pengadukan lambat.
  3. Atur pH ke 6,5–7,5 sebelum PAC; batik sering basa karena soda abu.
  4. PAC 300–600 mg/L, lalu anionik PAM 3–6 mg/L.
  5. Bila warna masih di atas 200 Pt-Co, uji karbon aktif atau ozonasi terbatas sebelum menaikkan PAC.

Angka yang realistis

Dari uji kami pada limbah batik pewarna reaktif, PAC 400 mg/L memberi penurunan warna 55–70% dan TSS 85–92%. Untuk indigo, penurunan warna biasanya lebih rendah, 35–55%, karena molekulnya lebih kecil dan cenderung terdispersi.

Artinya, kalau warna masuk 800 Pt-Co, hasil setelah PAC berada di 240–360 Pt-Co. Masih di atas 200. Ini bukan kegagalan koagulan; ini batas metode. Yang perlu ditambahkan adalah proses oksidasi atau adsorpsi, dan itu keputusan investasi, bukan keputusan pembelian bahan kimia.

FAQ

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah PAC bisa menggantikan tawas di IPAL batik?

Bisa, dan biasanya lebih hemat karena flok lebih cepat dan lumpur lebih sedikit. Namun bila warna menjadi parameter penentu, penggantian koagulan saja tidak cukup.

Berapa dosis untuk IPAL komunal 200 m³/hari?

Pada 400 mg/L, kebutuhan sekitar 80 kg padat per hari, atau sekitar 224 kg PAC cair 10%. Tambahkan PAM anionik sekitar 1 kg per hari.

Kirim data air Anda, kami balas dalam satu hari kerja

Sebutkan pH, TSS atau kekeruhan, debit harian, dan pelabuhan tujuan. Kami akan membalas dengan grade yang sesuai dan perkiraan konsumsi.

Minta penawaran →