Kolam pengendap tambang batu bara: dari TSS 600 ke bawah 200
Di Kalimantan, masalah kolam pengendap jarang soal kurang koagulan. Masalahnya biasanya debit yang naik sepuluh kali saat hujan, sementara pompa dosing tetap berjalan pada setelan kemarin.
Karakter air limpasan: dua jenis yang tidak boleh disamakan
Air limpasan dari area bukaan dan jalan angkut membawa partikel lempung halus dengan TSS 300–2.000 mg/L, pH 6–8, dan warna cokelat kelabu. Partikelnya halus, sebagian di bawah 10 µm, sehingga butuh waktu lama mengendap sendiri.
Air asam tambang berasal dari kontak air dengan batuan mengandung pirit. pH-nya 3–4, Fe terlarut 10–200 mg/L, Mn 2–20 mg/L, dan tampak bening kekuningan. Menambahkan PAC ke air ini hampir tidak ada gunanya: pada pH di bawah 5 aluminium tidak terhidrolisis, dan yang mengendap bukan partikel melainkan besi yang belum teroksidasi.
| Parameter | Limpasan (tipikal) | Air asam tambang | Baku mutu Kepmen LH 113/2003 |
|---|---|---|---|
| pH | 6–8 | 3–4 | 6–9 |
| TSS | 300–2.000 mg/L | 20–100 mg/L | ≤ 400 mg/L |
| Besi (Fe) | 1–5 mg/L | 10–200 mg/L | ≤ 7 mg/L |
| Mangan (Mn) | 0,2–2 mg/L | 2–20 mg/L | ≤ 4 mg/L |
| Warna | Cokelat kelabu | Kuning jernih | — |
Urutan yang benar: naikkan pH dulu, koagulan kemudian
Untuk air asam, langkah pertama selalu netralisasi dengan kapur atau kalsium hidroksida sampai pH 7,5–8,5. Pada rentang itu besi teroksidasi dan mengendap sebagai ferihidrit, mangan butuh pH di atas 9. Setelah padatan terbentuk, PAC 20–60 mg/L membantu menggumpalkan endapan halus yang sulit turun, dan PAM anionik 1–3 mg/L mempercepatnya.
Untuk limpasan biasa, PAC masuk langsung dengan dosis 30–120 mg/L tergantung kekeruhan. Dosis 30 mg/L cukup untuk TSS 300 mg/L; pada TSS di atas 1.000 mg/L, siapkan 100–150 mg/L atau tambahkan lamella supaya luas pengendapan tidak menjadi bottleneck.
- Pasang titik injeksi koagulan di pipa sebelum kolam, bukan di permukaan kolam — tanpa pengadukan, koagulan tidak pernah tercampur.
- Pakai static mixer atau baffle di titik injeksi; pengadukan cepat 10–30 detik sudah cukup untuk PAC.
- Hubungkan pompa dosing dengan pengukur debit (flow-paced), bukan dengan timer tetap.
- Injeksikan PAM anionik setelah flok terbentuk, minimal 30 detik setelah PAC.
- Ukur TSS di outlet setiap hari dan setelah hujan; satu pengukuran per minggu tidak akan menangkap kejadian yang sebenarnya.
Yang tidak bisa diselesaikan koagulan
PAC mempercepat pengendapan padatan, tetapi tidak menghilangkan besi atau mangan terlarut. Keduanya harus dioksidasi dan diendapkan lebih dulu; koagulan hanya merapikan endapan yang sudah ada. Klaim sebaliknya sering muncul di brosur, dan selalu berakhir dengan dosis yang dinaikkan tanpa hasil.
Volume lumpur juga tetap menjadi biaya utama. Setiap 100 mg/L PAC menambah sekitar 40–70 kg lumpur kering per 1.000 m³ air. Bila kolam dangkal dan pengerukan dilakukan tiap bulan, menambah dosis hanya memindahkan biaya dari bahan kimia ke alat berat.
FAQ
Pertanyaan yang sering diajukan
Cukup PAC saja atau perlu PAM juga?
Untuk partikel lempung halus, PAC saja sering menyisakan flok kecil yang turun lambat. PAM anionik 1–3 mg/L memperbesar flok dan menaikkan kecepatan turun tiga sampai lima kali, sehingga kolam yang sama bisa menangani debit lebih besar.
Kenapa saat hujan TSS outlet selalu melewati baku mutu?
Hampir selalu karena dosis tidak mengikuti debit. Debit bisa naik 5–10 kali dalam satu jam, sedangkan pompa dosing tetap. Pasang flow-paced dosing dan siapkan kapasitas kolam untuk hujan 10 tahunan, bukan hujan rata-rata.
Kirim data air Anda, kami balas dalam satu hari kerja
Sebutkan pH, TSS atau kekeruhan, debit harian, dan pelabuhan tujuan. Kami akan membalas dengan grade yang sesuai dan perkiraan konsumsi.