PAC dan PAM untuk POME: di mana titik sisip yang benar
Pabrik kelapa sawit di Riau dan Kalimantan umumnya sudah punya kolam anaerob yang panjang. Masalahnya bukan kurang kolam, tapi kurang pemisahan padatan di titik yang tepat. PAC yang disuntik di inlet sering habis bereaksi dengan asam lemak bebas, bukan dengan partikel yang seharusnya diendapkan.
Karakter POME menentukan di mana bahan kimia boleh masuk
POME keluar dari rebusan dan klarifikasi pada suhu 60–80 °C. Bila langsung didinginkan lalu diendapkan, sebagian minyak dan padatan memang turun sendiri. Tetapi cairan yang masuk kolam anaerob masih membawa COD 15.000–25.000 mg/L, TSS 5.000–20.000 mg/L, dan asam lemak volatil yang menekan pH ke 4,0–5,5.
Pada pH di bawah 5, ion aluminium hampir tidak terhidrolisis. Artinya PAC yang Anda tuang di inlet hanya menjadi garam yang larut, bukan koagulan. Uangnya keluar, tetapi kekeruhan tidak turun. Ini kesalahan yang paling sering kami temui saat audit dosis.
| Parameter | POME mentah (tipikal) | Catatan |
|---|---|---|
| COD | 15.000–25.000 mg/L | Sebagian besar berupa asam organik terlarut |
| BOD₅ | 5.000–10.000 mg/L | Rasio BOD/COD sekitar 0,4–0,5 |
| TSS | 5.000–20.000 mg/L | Didominasi serat dan lumpur organik |
| pH | 4,0–5,5 | Turun selama penyimpanan karena VFA |
| Suhu | 60–80 °C di outlet | Perlu kolam pendingin sebelum dosing |
| Minyak & lemak | 2.000–8.000 mg/L | Menyebabkan foaming di anaerob |
Tiga titik sisip, tiga tujuan berbeda
Titik pertama adalah kolam pendingin atau de-oiling sebelum anaerob. Di sini pemisahan lemak lebih efektif secara mekanis — bak skimmer dan baffle — daripada secara kimia. PAC boleh dipakai dalam dosis kecil hanya bila emulsi minyak sudah stabil dan tidak turun sendiri.
Titik kedua adalah outlet anaerob, sebelum kolam aerobik atau fakultatif. Ini titik sisip utama. Beban organik sudah turun sekitar 70–85%, pH naik ke 6,5–7,5, dan partikel yang tersisa adalah koloid halus yang justru paling sulit diendapkan tanpa koagulan. Di sini 150–400 mg/L PAC padat 28% biasanya memberi penurunan TSS 80–90%.
Titik ketiga adalah sebelum land application atau titik buang. Fungsinya polishing: menyisakan padatan serendah mungkin agar beban ke tanah atau badan air tidak menumpuk. Dosisnya lebih kecil, 80–200 mg/L, karena beban sudah ringan.
Dosis, urutan, dan satu syarat yang sering dilupakan
Urutannya tidak bisa dibalik: PAC lebih dulu, PAM setelah flok terbentuk. Anionik PAM 3–8 mg/L cukup untuk POME; kationik dipakai kalau sludge akan dikeringkan dengan decanter atau filter press. Menambahkan PAM sebelum PAC hanya akan membuat polimer teradsorpsi pada partikel yang masih terlalu kecil.
Syarat yang sering dilupakan: naikkan pH ke 6,0–6,8 sebelum PAC. POME punya alkalinitas rendah, dan PAC sendiri bersifat asam. Tanpa kapur atau NaOH, pH bisa jatuh ke 5,3 dan koagulasi berhenti di tengah jalan. Di banyak pabrik, kapur 200–400 mg/L sudah cukup.
- Ambil sampel di outlet anaerob, bukan di inlet — karakter keduanya berbeda jauh.
- Ukur pH dan alkalinitas lebih dulu; tentukan dosis kapur sebelum bicara dosis PAC.
- Jalankan jar test enam gelas dengan dosis PAC 100, 150, 200, 300, 400, dan 500 mg/L.
- Tambahkan PAM anionik 0,1% sebanyak 3–8 mg/L pada gelas dengan flok terbaik, aduk lambat 40 rpm selama 3 menit.
- Bandingkan TSS, kekeruhan, dan volume lumpur setelah 30 menit — bukan hanya kejernihan di permukaan.
Yang tidak bisa diselesaikan PAC
PAC tidak menurunkan amonia, tidak menghilangkan warna cokelat terlarut, dan tidak menyelesaikan COD terlarut. Kalau hasil akhir masih di atas baku mutu, yang perlu diperiksa adalah umur dan volume kolam anaerob, rasio C/N, serta ada tidaknya short-circuiting antar kolam.
Kami lebih sering menyarankan perbaikan kolam daripada menambah dosis. POME dengan waktu tinggal di bawah 60 hari hampir selalu bermasalah, sekalipun koagulannya benar.
FAQ
Pertanyaan yang sering diajukan
Bolehkah PAC langsung dimasukkan ke kolam anaerob?
Tidak disarankan. PAC akan mengendap bersama lumpur dan mengurangi volume kolam yang sudah terbatas, sementara pH rendah membuat aluminium tidak aktif. Sisipkan setelah anaerob, di pipa menuju kolam aerobik.
Berapa dosis PAM yang wajar untuk POME?
Anionik 3–8 mg/L sebagai larutan 0,1%, setelah flok PAC terbentuk. Bila sludge didewatering dengan filter press, kationik 20–60 g/ton padatan kering biasanya lebih hemat daripada menaikkan dosis anionik.
Kirim data air Anda, kami balas dalam satu hari kerja
Sebutkan pH, TSS atau kekeruhan, debit harian, dan pelabuhan tujuan. Kami akan membalas dengan grade yang sesuai dan perkiraan konsumsi.